LPAI Tindak Lanjuti Pelaporan Dugaan Penganiayaan Siswa

Lampung timur –Mediagerbangnusa.com.
Tim investigasi Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) bersama serombongan insan pers Lampung timur melakukan peninjauan di SMPN 1 Sekampung udik Kabupaten Lampung timur terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru berinisial K terhadap siswa kelas VIII berinisila AS.

Kedatangan rombongan diterima Ishaq Ketua Komite sekolah dan Suyadi Waka Kesiswaan, dalam keterangannya Suyadi membeberkan kronologis yang terjadi, menurutnya kejadian berawal ketika AS berkelahi dengan teman nya, bermaksud melerai K (guru Bahasa Inggris-red), meninju AS dibagian perut dibawah tulang rusuk, “K bermaksud memberi peringatan kepada AS agar tidak berkelahi namun karena sudah kelewat batas tak terhindarkan terjadilah peristiwa itu”, beber nya.

Selanjutnya Suyadi mengatakan bahwa AS termasuk siswa yang sering membuat masalah, bahkan point nya sudah melewati ambang batas, “pihak sekolah pernah memanggil orang tua yang bersangkutan terkait kenakalan AS”, urai Suyadi.

Sebaliknya dari keterangan siswa, alumni siswa, salah satu pegawai dan mantan Kepsek disitu, K adalah sosok guru yang tertutup dan tidak kurang bersosialisasi, bahkan bisa dikatakan cenderung temperamen, “beberapa tahun lalu K pernah juga melakukan tindakan yang sama, namun tidak terekspose oleh media”, dan diselesaikan secara diam-diam ungkap HS salah satu alumni siswa sekolah tersebut.

Rini Mulyati(LPAI) Ketua tim investigasi sangat menyayangkan kejadian yang menimpa AS, menurutnya hal itu bisa menimbulkan trauma pada anak, “apapun dalihnya guru tidak dibenarkan melakukan tindak kekerasan terhadap siswa apalagi masih dibawah umur”.

Dalam hal ini korban yang didampingi orang tuanya telah melaporkan dan menguasakan penuntasan persoalan ini kepada LPAI, secara hukum maupun secara kekeluargaan.

“Kasihan AS hingga hari ini belum berani bersekolah karena mengalami trauma dan tekanan mental”, bahkan saking takutnya AS meminta pindah sekolah, terang Rini.

Ahmad Muhtar Ketua 1 Forum Wartawan Limo Mego (FWLM) yang juga menghadiri pertemuan antara pihak sekolah dan tim investigasi, memberikan apresiasi kepada kedua belah pihak, “disatu sisi LPAI akan memberikan efek jera kepada diduga pelaku, disisi lain pihak sekolah sudah mengakui kesalahan yang dilakukan oleh K”, melihat niatan baik sekolah dan keterbukaan dari tim mudah-mudahan segera ada titik temunya dengan tetap mengacu pada peraturan dan perundangan yang berlaku.(TIM)

Editor : Ag

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *