Camat Marga Sekampung,Hadiri peresmian Dapur SPPG,Yayasan Sanak Lampung kosong Delapan

Lampung Timur — Mediagerbangnusa.com camat marga sekampung menghadiri peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan sanak Lampung kosong delapan di Desa gunung raya Sabtu (3 /1 /2026).

Dapur SPPG tersebut resmi diluncurkan sebagai pusat penyedia makanan sehat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para pelajar di wilayah setempat.

Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri oleh forkopimcam kecamatan marga sekampung yayasan, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari instansi terkait.

Kehadiran Camat marga sekampung Mardiyono korwil Dikbud Kamija m.pd, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang fokus pada peningkatan gizi anak sekolah.

Mardiyono menyampaikan, bahwa pemenuhan gizi yang baik bagi pelajar adalah investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat dan cerdas.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Yayasan sanak Lampung kosong delapan(08) Program ini tidak hanya membantu anak-anak mendapatkan makanan sehat, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial masyarakat,” ujarnya.

Mardiyono menegaskan bahwa forkopimcam marga sekampung siap mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mendorong kemajuan pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya dalam aspek pemerintahan, tetapi juga untuk mendukung gerakan sosial yang membawa manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.

Peresmian dapur SPPG ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng serta peninjauan langsung fasilitas dapur oleh para tamu undangan. Dapur tersebut dilengkapi dengan peralatan memasak modern dan sistem pengolahan makanan yang higienis. Menu yang disiapkan mencakup makanan sehat berprotein tinggi, buah-buahan, serta minuman bernutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi pelajar.

Kegiatan peresmian berjalan lancar. Camat marga sekampung memastikan siap terus bersinergi dengan yayasan, pemerintah desa, serta komunitas lokal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di wilayahnya.(ali unus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *